Lewati ke konten utama
  1. Beranda
  2. Berita Terkini
  3. Detail
Berita Terkini
Berita Terkini

Upacara memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia

Upacara memperingati HUT Ke-81 Republik Indonesia
Upacara HUT RI

KUPANG | Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman kantor PTUN Kupang pada Senin, 17 Agustus 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Dharmayukti Karini, serta Mahasiswa/i dan Siswa/i Magang di lingkungan PTUN Kupang.

Bertindak selaku Pembina Upacara, Ketua PTUN Kupang, Bapak Dr. Jimmy Claus Pardede, S.H., M.H., dalam amanatnya, Ketua PTUN Kupang mengajak seluruh peserta upacara untuk melakukan refleksi mendalam mengenai arti kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun. Beliau mempertanyakan apakah rasa kebersamaan dan perjuangan itu masih tertanam kuat, ataukah sudah terkotak-kotak dan menjadi cerita lama sehingga masing-masing orang cenderung memikirkan diri sendiri.

"Mari di momen ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia ini, kita kembali merefleksikan diri bahwa apa yang sudah kita berikan dan apa yang kita alami saat ini sudah jauh lebih enak daripada apa yang diraih atau dialami oleh para pahlawan kita. Tidak ada tangis, tidak ada air mata, tidak ada keluhan, yang ada hanya seruan bersama yaitu merdeka," ujar Bapak Dr. Jimmy Claus Pardede, S.H., M.H.

Beliau menekankan agar seluruh aparatur dan peserta yang hadir menanamkan semangat berkontribusi nyata bagi bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berarti. Pembina Upacara juga mengingatkan pentingnya bekerja tanpa harus berorientasi pada pamer (tampil) maupun mengejar hasil instan, melainkan fokus meninggalkan warisan kebaikan yang disepakati oleh generasi mendatang.

img 4719 1 1

Selain itu, Pembina Upacara menyoroti pentingnya menjaga lingkungan dan kebersihan agar anak cucu kelak dapat menikmati bumi dan kehidupan yang sama baiknya, sebagaimana warisan yang telah dijaga oleh para pendahulu. Beliau menutup amanatnya dengan mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada sikap dan tindakan masyarakat saat ini, serta mengimbau untuk mengikis sifat egois dan pamrih demi kemajuan bangsa.

Rangkaian upacara diakhiri dengan doa bersama untuk Saudara/i kita yang mengalami musibah Gempa Bumi di Pulau Flores dan foto bersama seluruh peserta upacara.

img 4723 1 1